Sabtu, 27 November 2010

SEKILAS SINGKAT UNIVERSITAS GUNADARMA

            Pada hari jum’at tanggal 7 Agustus 1981 sekelompok manusia pendidik mendirikan pendidikan computer dengan nama Program Peididikan Ilmu Komputer (PPIK) yang menampung 91 Mahasiswa. Dan pada hari senin tanggal 10 Agustus 1981, kuliah pertama pun dimulai, kuliah inipun berkembang sehingga menuntut suatu wadah yang lebih mantap. Malalui asuhan yayasan Pengembangan Sistem Analisis dan Operation Research Matematika (SAOR Matematika), wadah pendidikan itu berubah menjadi  Akademi  Sains dan Komputer Indonesia (ASKI). Sejak itu meluncurlah suatu kegiatan untuk membangkitkan standar baru dalam pendidikan.
            Pada hari kamis, tanggal 21 Juni 1984, nama Gunadarma dipilih untuk menjadikan nama dari sekolah tinggi itu, pada hari senin, tanggal 9 Juli 1984, Yayasan pengembangan Sistem  Analisis dan Operation Research Matematika diganti menjadi Yayasan Pendidikan Gunadarma. Sehari kemudian secara resmi nama Gundarma dikukuhkan kedalam sekolah tinggi itu menjadi  Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG)
            Pada hari sabtu, tanggal 5 Oktober 1985, malalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0424/0/1985, sekolah tinggi ini dinyatakan berstatus terdaftar dengan nama baru Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Gunadarma (STMIK Gunadarma).
            Pada hari sabtu, tanggal 13 Januari 1990 Gunadarma mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi atau dikenal dengan STIE. Setelah 15 tahun lamanya Lembaga  Pendidikan ini berdiri sambil merayap dari  nama Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang bersahaja ke Akademi  Sains dan Komputer Indonesia (ASKI) yang lebih sederhana ke STMIK dan STIE Gunadarma yang lebih mantap, maka pada tahun 1996 lembaga pendidikan itu berhasil sampai ketaraf yang sudah lama dicita – citakan. Melalui Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan tinggi  No. 92/KEP/DIKTI/1996, tanggal 3 April 1996, Lembaga Pendidikan itu berhasil dikukuhkan menjadi Universitas Gunadarma (UG).

Sumber :
Buku Pedoman Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan Tinggi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2010/2011

Senin, 22 November 2010

KALIMAT MAJEMUK

Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah:
1.    Kalimat Majemuk Setara
2.    Kalimat Majemuk Bertingkat
3.    Kalimat Majemuk Campuran
4.    Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk setara
Yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam, yakni:
§  Kalimat Majemuk Setara Penggabungan: Menggunakan kata penghubung `dan`
§  Kalimat Majemuk Setara Penguatan: Menggunakan kata penghubung `bahkan`
§  Kalimat Majemuk Setara Pemilihan: Menggunakan kata penghubung `atau`
§  Kalimat Majemuk Setara Berlawanan: Menggunakan kata penghubung `tetapi`, `sedangkan`, `melainkan`
§  Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu: Menggunakan kata penghubung `kemudian`, `lalu`, `lantas`

Kalimat majemuk bertingkat
Yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. Contoh: Induk Kalimat: Kemarin ayah mencuci motor. Selanjutnya kata `kemarin` yang menduduki pola keterangan, diperluas menjadi anak kalimat yang berbunyi: Ketika matahari berada di ufuk timur. Maka penggabungan induk kalimat dan anak kalimat berdasarkan kalimat di atas menjadi:
1.    Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor, atau
2.    Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur.


Kalimat majemuk campuran
Yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat. Contoh: Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya. tina dating

Sumber :

Jumat, 29 Oktober 2010

HUBUNGAN ANTARA BAHASA TULISAN DAN BAHASA LISAN


Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Manusia berinteraksi dengan menggunakan bahasa tulisan maupun bahasa lisan. Terkadang terjadi ketidak cocokkan antara tulisan dan tulisan tetapi memiliki arti yang sama, sebagai contoh orang lebih senang mengucapkan merubah dibandingkan dengan mengubah, dan juga orang lebih senang mengucapkan kata ijin dibandingkan dengan kata izin padahal dari kedua contoh memiliki arti yang sama.
BAHASA LISAN
            Dalam bahasa lisan atau sering kita sebut dengan ucapan memiliki bagian – bagian yang sebanarnya sering dilupakan dalam kehidupan sehari hari, bagian – bagian tersebut itu adalah :
1.      Intonasi
2.      Tekanan
3.      Nada
4.      Durasi
5.      Perhentian
6.      Lafal

Jadi dalam berucap terdapat aturan aturan yang sebenarnya berpengaruh dengan orang orang yang sedang berinteraksi dengan kita, apabila kita kurang cermat dalam mengucapkan sesuatu dapat menimbulkan salah paham.

BAHASA TULISAN
           
            Bahasa tulisan tidak jauh berbeda dengan bahasa lisan sebab dalam tulisan juga terdapat aturan  aturan yang harus dipenuhi agar sang pembaca dapat mengerti apa yang telah kita tulis sabagai contoh adalah tanda baca, bila seseorang menulis tanpa menghiraukan tanda baca akan menimbulkan kesulitan bagi yang membaca, sang pembaca akan merasa bingung dimana dia harus berhenti maupun sekedar untuk menatur nafas.